Permintaan barang dari China terus meningkat seiring berkembangnya berbagai sektor usaha di Indonesia. Bagi banyak perusahaan, impor bahan baku dan produk jadi sudah menjadi bagian dari kegiatan bisnis.
Namun, pengiriman dalam jumlah besar membutuhkan persiapan lebih matang. Dokumen, biaya, kapasitas muatan, dan keamanan barang perlu diperhatikan sejak awal.
Kesalahan pada salah satu tahap dapat menghambat proses berikutnya. Barang bisa terlambat tiba atau menimbulkan biaya tambahan selama perjalanan.
Karena itu, pemilihan jasa import China perlu dilakukan dengan cermat. Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan beberapa kriteria sebelum menentukan penyedia jasa.
Kriteria Jasa Import China untuk Pengiriman Skala Besar
Tidak semua penyedia jasa memiliki kemampuan yang sama. Terutama ketika perusahaan membutuhkan pengiriman dengan volume barang yang besar.
Selain tarif, ada beberapa aspek lain yang perlu diperiksa. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan.
1. Legalitas Usaha dan Izin Kepabeanan
Legalitas menjadi hal pertama yang perlu diperiksa. Pengiriman impor membutuhkan dokumen yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kesalahan administrasi dapat membuat barang tertahan saat pemeriksaan. Karena itu, penyedia jasa perlu memahami proses kepabeanan dan dokumen impor.
Perusahaan dapat menanyakan beberapa hal berikut:
- Kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Pengalaman menangani dokumen impor.
- Proses penentuan HS Code.
- Dokumen yang perlu disiapkan.
- Penanganan jika terjadi kendala.
Kejelasan informasi tersebut membantu perusahaan memahami proses pengiriman sejak awal. Jadi, keputusan tidak hanya dibuat berdasarkan harga.
2. Pilihan Kapasitas Muatan
Volume barang juga menentukan layanan yang paling sesuai. Umumnya, perusahaan dapat memilih LCL atau FCL berdasarkan kebutuhan pengiriman.
LCL (Less than Container Load) cocok untuk barang yang belum memenuhi satu kontainer. Kargo akan digabung dengan barang milik pengirim lain.
Sementara itu, FCL (Full Container Load) menggunakan satu kontainer untuk satu pengiriman. Pilihan ini lebih sesuai untuk volume barang yang besar.
Sebelum memilih layanan, perhatikan beberapa hal berikut:
- Jumlah dan volume barang.
- Ukuran serta jenis kemasan.
- Frekuensi pengiriman.
- Anggaran yang tersedia.
- Kebutuhan ruang selama perjalanan.
Perhitungan tersebut membantu perusahaan memilih kapasitas yang sesuai. Pengiriman pun dapat disesuaikan dengan kondisi barang dan kebutuhan bisnis.
3. Rincian Biaya yang Jelas
Biaya pengiriman menjadi pertimbangan penting dalam kegiatan impor. Terlebih jika perusahaan mengirim barang dalam jumlah besar.
Jangan hanya melihat tarif pengiriman utama. Biaya penjemputan, penanganan pelabuhan, bea masuk, dan pajak juga perlu diperhitungkan.
Penyedia jasa sebaiknya memberikan rincian biaya sejak awal. Dengan begitu, perusahaan dapat memperkirakan total pengeluaran dengan lebih mudah.
Beberapa biaya yang perlu ditanyakan meliputi:
- Pengambilan barang dari pemasok.
- Pengiriman dari China ke Indonesia.
- Bea masuk dan pajak impor.
- Penanganan barang di pelabuhan.
- Biaya tambahan lainnya.
Rincian yang jelas membantu perusahaan menghindari pengeluaran yang tidak terduga. Perhitungan biaya operasional pun menjadi lebih mudah.
4. Perlindungan dan Pemantauan Barang
Pengiriman dalam jumlah besar tetap memiliki risiko selama perjalanan. Kerusakan sebagian barang saja dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Asuransi dapat menjadi salah satu pilihan untuk memberikan perlindungan tambahan. Namun, perusahaan perlu memahami risiko yang ditanggung sebelum menggunakannya.
Kemudahan memantau barang juga tidak kalah penting. Fitur pelacakan dapat membantu perusahaan mengetahui perkembangan pengiriman.
Sebelum memilih layanan, beberapa hal berikut dapat ditanyakan:
- Risiko yang ditanggung asuransi.
- Nilai pertanggungan barang.
- Prosedur pengajuan klaim.
- Ketersediaan fitur pelacakan.
- Cara menghubungi penyedia jasa.
Informasi tersebut membuat perusahaan lebih siap menghadapi kemungkinan selama pengiriman. Posisi barang juga dapat dipantau tanpa harus menunggu kabar secara manual.
Memilih Mitra Pengiriman yang Berpengalaman
Setelah mengetahui kriterianya, perusahaan dapat mulai membandingkan beberapa penyedia jasa. Pengalaman menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan untuk kebutuhan impor skala besar.
Penyedia jasa yang sudah lama menangani pengiriman biasanya lebih memahami proses di lapangan. Hal ini dapat membantu ketika perusahaan menghadapi kendala selama pengiriman.
Salah satu penyedia jasa yang dapat dipertimbangkan adalah Ancala Logistic. Perusahaan ini telah berpengalaman lebih dari 15 tahun dalam menangani pengiriman.
Ancala Logistic melayani pengiriman dari China ke Indonesia untuk berbagai kebutuhan bisnis. Rutenya juga mencakup pusat perdagangan seperti Guangzhou dan Yiwu.
Meski begitu, perusahaan tetap perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhannya. Tanyakan tarif, jenis layanan, dokumen, dan proses penanganan kendala sebelum membuat kesepakatan.
Pastikan Kebutuhan Impor Sudah Dipersiapkan
Impor dalam jumlah besar membutuhkan perencanaan sejak sebelum barang dikirim. Semakin besar volumenya, semakin banyak detail yang perlu diperhatikan.
Karena itu, pemilihan jasa import China tidak sebaiknya hanya berdasarkan harga. Legalitas, kapasitas, biaya, dan perlindungan barang juga perlu diperiksa.
Perusahaan dapat membandingkan beberapa penyedia jasa sebelum menentukan pilihan. Cara ini membantu menemukan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan pengiriman.
Dengan persiapan yang matang, proses impor dapat berjalan lebih terarah. Barang pun bisa dipersiapkan sesuai kebutuhan operasional perusahaan.